7 Cara Mengatasi Lenovo No Bootable Device (Error PXE-E61) Paling Ampuh

Cara mengatasi Lenovo No Bootable Device meliputi pengecekan deteksi Hard Disk di dalam BIOS, mengubah Boot Mode dari UEFI ke Legacy Support (atau sebaliknya), mengatur ulang urutan Boot Priority agar HDD berada di posisi teratas, serta memperbaiki sektor booting yang korup menggunakan perintah CMD.
Bayangkan kamu menyalakan laptop untuk mengejar deadline, tapi bukannya masuk ke Windows, layar malah hitam dan menampilkan pesan horor bertuliskan: “No Bootable Device — Insert Boot Disk and Press Any Key”. Atau mungkin pesan lain seperti “Default Boot Device Missing” atau “PXE-E61: Media Test Failure”.
Jantung rasanya mau copot, kan? Pesan ini secara sederhana berarti: “Woi, saya (Laptop) bingung mau nyala pakai apa. Saya tidak menemukan Windows di mana pun!”
Banyak orang langsung panik dan mengira data mereka hilang selamanya atau laptopnya rusak parah. Padahal, belum tentu! Seringkali masalahnya hanya “salah alamat” di pengaturan BIOS. Di artikel ini, kita akan menjadi detektif untuk melacak ke mana perginya sistem operasimu dan cara mengembalikannya tanpa harus kehilangan data.
1. Diagnosa Wajib: Cek Deteksi di BIOS
Sebelum kita mengutak-atik software, kita harus memastikan satu hal fundamental: Apakah Hard Disk atau SSD kamu masih “hidup” dan terbaca oleh mesin?
Langkah-langkahnya:
- Matikan laptop paksa (tahan tombol Power).
- Nyalakan kembali dan segera tekan F2 atau Fn+F2 (atau tombol Novo) untuk masuk BIOS. Panduan lengkapnya di cara masuk BIOS laptop Lenovo.
- Di halaman awal (tab Information), lihat baris bertuliskan Hard Disk atau NVMe SSD.
Hasil Analisis:
A. Nama HDD/SSD Muncul: Kabar baik! Storage kamu sehat. Masalahnya cuma pengaturan BIOS atau Windows korup. Lanjut ke langkah 2.
B. Tertulis “Not Detected” / Kosong: Kabar buruk. Laptop tidak melihat adanya penyimpanan. Ini indikasi kabel kendor atau HDD rusak fisik.
2. Ubah Boot Mode (Legacy vs UEFI)
Ini adalah penyebab paling umum (80% kasus). Windows 10/11 biasanya diinstal dalam mode UEFI. Namun, kadang BIOS mereset dirinya sendiri ke mode Legacy (karena baterai CMOS habis atau error), sehingga Windows UEFI tidak terbaca.
Solusi:
- Di dalam BIOS, geser ke tab Boot.
- Cari opsi Boot Mode.
- Jika sekarang posisinya Legacy Support, ubah menjadi UEFI.
- Sebaliknya, jika Windows kamu adalah Windows 7 jadul, mungkin perlu diubah ke Legacy.
- Tekan F10 (Save & Exit) dan lihat apakah laptop berhasil masuk Windows.
3. Atur Urutan Boot (Boot Priority)
Pesan “PXE-E61: Media Test Failure” muncul karena laptop mencoba booting lewat jaringan LAN (Network Boot) karena gagal menemukan Harddisk di urutan pertama.
Pastikan Harddisk/SSD kamu ada di urutan teratas.
Caranya:
Di tab Boot pada BIOS, perhatikan daftar perangkat. Gunakan tombol F5/F6 untuk memindah posisi nama Harddisk kamu (misal: ATA HDD0 atau NVMe) ke posisi nomor 1, di atas “EFI Network” atau “USB FDD”.
4. Perbaiki Kabel Harddisk (Reseat)
Jika di langkah pertama BIOS mengatakan “Not Detected”, jangan langsung beli baru. Pada laptop Lenovo yang sering dibawa-bawa (terguncang), konektor SATA Harddisk bisa saja kendor atau lepas sedikit.
Jika kamu cukup berani:
- Buka casing belakang laptop.
- Cari posisi Harddisk/SSD.
- Lepaskan kabel konektornya, tiup debunya, lalu pasang kembali dengan kencang (Reseat).
- Cek lagi di BIOS. Jika muncul, selamat! Kamu hemat ratusan ribu rupiah.
5. Perbaiki Boot Sector yang Korup (CMD)
Jika HDD terdeteksi dan setting BIOS sudah benar tapi masih gagal masuk, kemungkinan file boot loader Windows rusak.
Kamu butuh Flashdisk Installer Windows (bisa dibuat pakai Lenovo Vantage atau Media Creation Tool).
1. Booting pakai Flashdisk Installer.
2. Pilih “Repair your computer” > Troubleshoot > Command Prompt.
3. Ketik perintah berikut satu per satu: bootrec /fixmbr bootrec /fixboot bootrec /rebuildbcd
Proses ini akan membangun ulang struktur data booting. Untuk memahami lebih dalam tentang MBR (Master Boot Record), kamu bisa membaca referensinya di wikipedia.org.
6. Reset BIOS ke Default
Terkadang kita tidak tahu pengaturan mana yang salah. Cara termudah adalah mengembalikan semua ke setelan pabrik.
Masuk BIOS > Tekan F9 (Setup Defaults) > Yes > Tekan F10 (Save & Exit).
Ini seringkali ampuh mengatasi glitch konfigurasi yang menyebabkan penyimpanan tidak terbaca.
7. Solusi Terakhir: Ganti Storage (SSD)
Jika BIOS tetap tidak mendeteksi Harddisk meskipun sudah cabut-pasang kabel, atau Harddisk terdeteksi tapi mengeluarkan bunyi “tek-tek” dan gagal diinstal ulang, maka vonisnya jelas: Harddisk Rusak Fisik (Dead Drive).
Ini adalah kesempatan emas untuk melakukan upgrade. Jangan beli HDD lagi (karena lambat dan ringkih). Gantilah dengan SSD (Solid State Drive). Laptop Lenovo yang tadinya butuh 2 menit untuk nyala, dengan SSD hanya butuh 10 detik. Masalah booting pun hilang selamanya.
Harddisk lama rusak? Itu tanda alam untuk beralih ke SSD. Dapatkan performa super ngebut dan ketahanan data yang lebih baik dengan SSD NVMe KYO. Garansi resmi dan harga bersahabat!
➡️ Dapatkan SSD NVMe KYO High Speed Sekarang8. Instal Ulang Windows (Clean Install)
Setelah ganti SSD baru, tentu kamu harus menginstal Windows dari awal. Pastikan kamu sudah memiliki media instalasi. Jika belum, kamu bisa membuatnya menggunakan komputer lain. Panduannya bisa dilihat di cara reset pabrik laptop Lenovo.
FAQ: Pertanyaan Seputar No Bootable Device
Apakah data hilang saat muncul error ini?
Belum tentu. Jika masalahnya hanya setting BIOS atau Boot Mode, data aman 100%. Data baru hilang jika Harddisk rusak fisik.
Kenapa error ini muncul tiba-tiba?
Bisa karena laptop terbentur (HDD rusak), baterai CMOS habis (BIOS reset sendiri), atau update Windows yang gagal (file boot korup).
Berapa biaya ganti Harddisk ke SSD?
Harga SSD 256GB berkisar Rp 250.000 – Rp 350.000. Biaya jasa instalasi Windows dan pasang sekitar Rp 100.000 – Rp 200.000.








