7 Cara Reset Pabrik Laptop Lenovo (Windows 10/11) Paling Aman & Bersih

Cara reset pabrik laptop Lenovo dapat dilakukan melalui menu Settings Windows (opsi Reset this PC), menggunakan Tombol Novo saat laptop mati untuk mengakses System Recovery, melalui menu Advanced Startup (Shift + Restart), atau menggunakan media instalasi USB (Flashdisk) untuk instalasi bersih total.
Seiring berjalannya waktu, laptop yang tadinya “ngebut” saat baru beli, perlahan mulai terasa berat. Aplikasi sering crash, virus-virus nakal mulai bermunculan, atau mungkin kamu lupa password login karena lama tidak dipakai. Dalam situasi seperti ini, membersihkan sampah-sampah digital satu per satu rasanya sudah tidak mempan lagi.
Solusi terbaik, tercepat, dan paling ampuh adalah melakukan Factory Reset atau mengembalikan ke pengaturan pabrik. Proses ini akan mengembalikan kondisi software laptopmu persis seperti saat pertama kali kamu mengeluarkannya dari kardus: Bersih, segar, dan bebas dari error.
Namun, banyak pengguna Lenovo yang takut melakukan reset karena khawatir data penting mereka hilang atau laptop malah jadi rusak (bootloop). Padahal, jika dilakukan dengan prosedur yang benar, reset pabrik adalah proses yang sangat aman. Di panduan mendalam ini, kita akan membahas berbagai metode reset di laptop Lenovo, mulai dari yang “lembut” (data tetap aman) hingga yang “keras” (hapus total untuk dijual).
Persiapan Wajib: Backup Data Dulu!
Sebelum kita menekan tombol apa pun, camkan satu aturan emas ini: Selalu asumsikan semua data akan hilang.
Meskipun Windows menyediakan opsi “Keep my files”, kesalahan sistem bisa saja terjadi di tengah jalan yang menyebabkan data korup. Jangan ambil risiko. Salin semua dokumen, foto skripsi, dan file kerjaan penting ke media penyimpanan eksternal.
Proses reset berisiko menghapus data secara permanen. Amankan file-file berhargamu sekarang juga ke dalam Flashdisk yang andal dan berkapasitas besar sebelum memulai proses reset.
➡️ Dapatkan Flashdisk Kingston USB 3.0 Original1. Metode Standar: “Reset This PC” (Lewat Settings)
Ini adalah cara paling umum dan direkomendasikan jika kamu masih bisa masuk ke tampilan Desktop Windows dengan normal.
Langkah-langkahnya:
- Klik tombol Start, pilih ikon roda gigi (Settings).
- Pilih Update & Security > Recovery.
- Di bawah tulisan “Reset this PC”, klik tombol Get started.
Kamu akan dihadapkan pada dua pilihan krusial:
- Keep my files (Simpan file saya): Menghapus aplikasi dan pengaturan, tapi TIDAK menghapus file pribadi di folder Documents, Pictures, dll. Pilih ini jika tujuanmu hanya memperbaiki kinerja laptop yang lemot.
- Remove everything (Hapus semuanya): Menghapus SEMUA file, aplikasi, dan akun. Laptop jadi kosong melompong. Pilih ini jika kamu ingin menjual atau memberikan laptop ke orang lain, atau jika laptop terkena virus parah.
Setelah memilih, kamu akan ditanya metode instalasi ulang:
- Cloud Download: Mengunduh file Windows terbaru dari server Microsoft (Butuh internet cepat 4GB+). Lebih disarankan jika file sistem lokal kamu rusak.
- Local Reinstall: Menggunakan file cadangan yang sudah ada di dalam laptop. Lebih cepat, tidak butuh internet.
2. Metode Darurat: Tombol Novo (Saat Windows Mati)
Bagaimana jika Windows kamu rusak parah sampai tidak bisa booting (hanya mentok logo atau layar biru)? Di sinilah kehebatan laptop Lenovo.
Gunakan fitur System Recovery lewat tombol fisik.
Caranya:
- Matikan laptop sepenuhnya.
- Cari lubang kecil Novo Button di samping bodi (ikon panah lengkung).
- Tusuk dengan penjepit kertas (paperclip).
- Laptop akan menyala dan masuk ke “Novo Button Menu”.
- Pilih System Recovery.
Kamu akan dibawa ke menu pemulihan OneKey Recovery atau menu Advanced Startup Windows. Dari sana, ikuti instruksi untuk mereset sistem. Penjelasan detail letak tombol ini bisa kamu baca di artikel cara menggunakan tombol Novo Lenovo.
3. Metode Login Screen (Shift + Restart)
Metode ini berguna jika kamu bisa menyalakan laptop sampai layar Login, tapi lupa password atau PIN sehingga tidak bisa masuk Desktop.
Caranya:
- Di layar Login, klik tombol Power di pojok kanan bawah.
- Tekan dan tahan tombol Shift di keyboard.
- Sambil menahan Shift, klik Restart.
- Terus tahan Shift sampai layar berubah biru dengan tulisan “Choose an option”.
- Pilih Troubleshoot > Reset this PC.
- Pilih “Remove everything” (karena kalau pilih “Keep my files”, kamu tetap butuh password lama).
4. Fresh Install dengan USB Bootable
Jika semua cara di atas gagal (misalnya karena partisi recovery terhapus atau hard disk baru diganti SSD), kamu wajib melakukan instal ulang bersih (Clean Install).
Kamu membutuhkan:
- Flashdisk kosong minimal 8GB.
- File ISO Windows 10/11 (Download gratis di situs Microsoft).
- Aplikasi Rufus (untuk memasukkan ISO ke Flashdisk).
Setelah Flashdisk siap, colokkan ke laptop, masuk BIOS, ubah urutan booting ke USB, dan ikuti proses instalasi. Langkah mengatur BIOS untuk ini sudah dibahas tuntas di cara masuk BIOS laptop Lenovo.
5. Lenovo Digital Download Recovery Service (DDRS)
Ini adalah layanan resmi dari Lenovo untuk mengembalikan laptop ke kondisi pabrik yang 100% orisinal (termasuk driver dan aplikasi bawaan seperti Lenovo Vantage).
- Buka situs support.lenovo.com.
- Cari “Lenovo Recovery Media Systems”.
- Masukkan Serial Number laptopmu.
- Jika memenuhi syarat, kamu bisa mengunduh image pemulihan khusus untuk tipe laptopmu dan membuatnya menjadi USB Recovery Key.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Reset?
Setelah laptop kembali bersih seperti bayi baru lahir, pekerjaanmu belum selesai. Agar performanya maksimal dan tidak ada hardware yang error, lakukan hal berikut:
- Koneksikan ke WiFi: Biarkan Windows Update berjalan untuk mengunduh driver dasar.
- Instal Lenovo Vantage: Unduh dari Microsoft Store. Gunakan fitur “System Update” untuk mengunduh driver spesifik Lenovo yang tidak disediakan Windows. Selengkapnya baca di fungsi aplikasi Lenovo Vantage terbaru.
- Instal Aplikasi Penting: Browser, Office, dan pemutar media. Hindari menginstal terlalu banyak aplikasi di awal agar tidak langsung lemot lagi.
Memahami Factory Reset
Factory reset atau pengembalian ke pengaturan pabrik adalah pemulihan perangkat lunak ke keadaan sistem aslinya dengan menghapus semua informasi yang disimpan di perangkat. Untuk definisi teknis lebih lanjut, kamu bisa merujuk ke wikipedia.org.
FAQ: Pertanyaan Seputar Reset Pabrik
Apakah reset pabrik akan menghapus virus?
Ya, metode “Remove everything” sangat efektif membasmi virus, malware, dan ransomware yang bersarang di sistem C:.
Apakah data di Drive D: akan hilang?
Jika kamu memilih “Only the drive where Windows is installed”, maka data di partisi lain (D/E) biasanya aman. Tapi untuk keamanan 100%, sebaiknya cabut Harddisk kedua atau backup dulu.
Kenapa proses reset stuck di 99% atau gagal?
Bisa karena file sistem korup atau Harddisk mengalami Bad Sector. Jika gagal terus, solusinya adalah melakukan Clean Install menggunakan Flashdisk (Metode 4).








