Review Lenovo IdeaPad Duet 3i: Laptop 2-in-1 Murah Terbaik atau Sekadar Tablet Tanggung?

Review Lenovo IdeaPad Duet 3i ini menyimpulkan bahwa perangkat ini adalah tablet Windows entry-level yang paling masuk akal secara harga karena sudah menyertakan keyboard dan cover dalam paket penjualan, namun performanya terbatas pada tugas ringan seperti mengetik dan browsing dasar, bukan untuk multitasking berat. Jika Anda mencari perangkat sekunder untuk mobilitas tinggi, ini adalah opsi menarik, tetapi jika Anda mengharapkannya menggantikan laptop utama sepenuhnya, Anda mungkin akan kecewa.

Banyak mahasiswa dan rekan UMKM sering bertanya kepada saya, “Pak, mending beli laptop murah 5 jutaan atau tablet ini untuk kerja?” Pertanyaan ini wajar karena godaan bentuknya yang compact sangat tinggi. Namun, sebagai orang yang sudah menguji puluhan perangkat mobile computing, saya harus jujur: perangkat hibrida (2-in-1) di rentang harga budget selalu membawa kompromi besar. Anda tidak bisa mendapatkan performa Ferrari dengan harga Avanza, dan hukum itu berlaku keras di sini.

Mari kita bedah perangkat ini bukan dari brosur iklannya, tapi dari realita pemakaian sehari-hari di lapangan.

Pendahuluan: Mengelola Ekspektasi pada Perangkat “Budget Premium”

Lenovo IdeaPad Duet 3i bukanlah Microsoft Surface Pro, dan jelas bukan iPad Pro. Kesalahan terbesar pembeliโ€”berdasarkan pengamatan saya di berbagai forum komunitasโ€”adalah mereka membeli perangkat ini dengan ekspektasi kinerja laptop Core i5. Itu resep utama kekecewaan.

Nilai jual utama (USP) perangkat ini adalah kelengkapan paket. Berbeda dengan Microsoft Surface Go di mana Anda harus merogoh kocek jutaan rupiah lagi hanya untuk membeli Type Cover (keyboard), Lenovo berbaik hati menyertakan keyboard detachable dan stand cover berbahan kain di dalam kotak. Ini strategi bisnis yang cerdas. Lenovo menyasar ceruk pasar yang menginginkan portabilitas Windows tanpa “biaya tersembunyi”.

Saya memosisikan perangkat ini sebagai companion device (perangkat pendamping). Jika Anda adalah seorang dosen yang butuh presentasi, mahasiswa Sastra yang banyak mengetik, atau pebisnis yang perlu membalas email di kereta, ini alat yang tepat. Tapi jika Anda mahasiswa Arsitektur atau Desain Komunikasi Visual, lupakan saja.

PROMO HARI INI Kamera CCTV Mini Wifi

Kamera Pengintai Mini Wifi (Pantau Lewat HP)

Tanpa kabel, baterai awet, instalasi mudah & tersembunyi.

Ambil Voucher Diskon →

โšก Rekomendasi Teknisi: Karena perangkat ini ditujukan untuk mobilitas tinggi (sering dibawa traveling atau nongkrong di kafe), saya sangat menyarankan Anda tidak menggunakan charger bawaan yang kadang memakan tempat di tas kecil. Gunakan Adaptor Charger GaN yang lebih ringkas dan dingin. Teknologi GaN menjaga suhu tetap stabil meski dipakai mengisi daya sambil bekerja.

๐Ÿ›’ Cek Produk di sini:Adaptor Charger GaN

Desain dan Portabilitas: Nilai Jual Sesungguhnya

Harus saya akui, secara desain, Lenovo IdeaPad Duet 3i terlihat jauh lebih mahal dari harganya. Bodi tabletnya solid, tidak terasa kopong, dan memiliki finishing yang rapi. Namun, bintang utamanya adalah folio kickstand yang dibalut bahan kain (fabric) berwarna abu-abu.

Baca Juga :  5 Cara Cek Charger yang Cocok untuk Ideapad Slim 3: Awas Salah Beli!

Tekstur kain ini memberikan kesan seperti buku agenda premium saat ditutup. Di lapangan, ini memberikan dua keuntungan tak terduga:

  1. Grip yang mantap: Tidak licin saat ditenteng tanpa tas.
  2. Estetika: Terlihat profesional saat diletakkan di meja rapat.

Dengan berat total (tablet + keyboard) hanya sekitar 0,8 kg hingga 0,9 kg, perangkat ini adalah surga bagi punggung Anda. Saya pernah membawa perangkat ini seharian keliling Jakarta untuk meeting dengan klien UMKM, dan rasanya seperti hanya membawa buku catatan tebal. Portabilitasnya juara.

Realita Menggunakan Kickstand di Pangkuan (Tidak Senyaman Laptop Biasa)

Inilah poin yang sering luput dari review mainstream. Desain kickstand (penyangga belakang) itu sangat bagus jika diletakkan di atas meja keras (meja kafe, meja kantor, meja kampus). Namun, ceritanya berbeda total saat Anda harus mengetik di pangkuan.

Saya pernah mencoba mengetik revisi artikel di ruang tunggu bandara dengan meletakkan Duet 3i di paha. Hasilnya? Sangat tidak stabil.

  • Penyangga belakang butuh tumpuan datar.
  • Koneksi magnet keyboard, meski kuat, tetap fleksibel.

Akibatnya, perangkat terasa “oleng” setiap kali saya bergerak sedikit. Jika pekerjaan Anda menuntut mengetik di tempat-tempat sempit dan tidak rata (seperti di dalam mobil atau kursi seminar tanpa meja), laptop model clamshell (engsel biasa) masih jauh lebih superior. Ini adalah fakta fisika yang tidak bisa dibantah oleh marketing.

๐Ÿ› ๏ธ Saran Perlindungan: Meskipun bodinya solid, layar luas dan keyboard yang tipis tetap rentan terhadap tekanan di dalam tas yang penuh. Saya selalu menyarankan klien saya untuk menggunakan perlindungan ekstra. Jangan biarkan terguncang langsung dengan kunci atau charger.

๐Ÿ›’ Amankan gadget Anda:Tas Laptop Anti Air / Sleeve Case

Pengujian Performa Dunia Nyata: Di Mana Batasnya?

Mari bicara teknis tapi manusiawi. Lenovo IdeaPad Duet 3i umumnya ditenagai oleh prosesor Intel Celeron atau Pentium Silver (seri N, seperti N4020, N5030, atau yang terbaru N100/N200). Ini adalah prosesor hemat daya, bukan prosesor performa.

Di atas kertas, angka benchmark-nya rendah. Tapi bagaimana rasanya dipakai kerja sungguhan?

Skenario 1: Si Penulis & Admin (Lancar Jaya) Saya mencoba menggunakan unit ini untuk menyusun materi kuliah di Microsoft Word, sambil membuka 3 tab browser (1 referensi, 1 WhatsApp Web, 1 Spotify). Hasilnya? Sangat lancar. Tidak ada lag yang mengganggu. Keyboard-nya, meski tipis, memiliki travel distance (jarak tekan) yang mengejutkan empuk dan taktil. Saya bisa mengetik cepat tanpa banyak typo. Untuk kebutuhan ini, Duet 3i lulus dengan nilai A-.

Skenario 2: Si Multitasker Agresif (Mulai Batuk-batuk) Kemudian saya mencoba gaya kerja “korporat”: Membuka Zoom meeting (dengan virtual background), sambil membuka Google Sheet data penjualan yang cukup berat, dan 10 tab Chrome. Di sini, perangkat mulai “menjerit”. Respons mouse melambat, virtual background di Zoom patah-patah, dan perpindahan antar aplikasi (Alt+Tab) terasa berat. Apalagi jika Anda membeli varian RAM 4GB.

Baca Juga :  10 Cara Ampuh Mengatasi Instagram Dibatasi Tindakan Tertentu

Saran keras dari saya: Di tahun 2025 ke atas, RAM 4GB untuk Windows adalah sebuah penyiksaan. Jika Anda punya dana lebih, wajib hukumnya mengambil varian RAM 8GB. Windows 11 memakan resource yang cukup besar hanya untuk idle (diam), jadi sisa RAM 4GB sangat sedikit untuk aplikasi Anda.

Mitos Edit Video dan Gaming Ringan

Ada yang bertanya, “Pak, bisa buat ngedit video CapCut atau main Genshin Impact tipis-tipis?” Jawaban singkat saya: Bisa, tapi Anda harus sabar luar biasa.

Saya mencoba instal CapCut Desktop. Untuk memotong klip 1080p sederhana tanpa banyak efek, masih bisa jalan. Tapi begitu Anda menambahkan layer teks, transisi, dan stiker, preview akan patah-patah parah. Proses rendering (ekspor video) juga akan memakan waktu lama dan membuat bodi belakang tablet menjadi hangat cukup signifikan.

Ini bukan mesin konten kreator multimedia. Ini mesin konsumsi konten dan produktivitas teks. Jangan memaksakan “kodrat” perangkat kerasnya, atau Anda hanya akan memperpendek umur komponennya karena panas berlebih (overheat).

Pengalaman Pengguna: Layar, Keyboard, dan Windows Tablet Mode

Bicara soal layar, saya harus memberikan apresiasi tinggi pada Lenovo. Di kelas harga ini, kebanyakan laptop masih memberi kita panel TN yang buram dengan resolusi HD (720p) yang menyedihkan.

Tapi Lenovo IdeaPad Duet 3i berbeda. Layarnya tajam, biasanya beresolusi WUXGA (1920×1200) atau lebih tinggi tergantung varian tahun rilisnya. Saturasi warnanya cukup memanjakan mata. Saya sering menggunakannya untuk streaming Netflix atau mengecek desain materi promosi dari tim kreatif, dan akurasi warnanya jauh di atas rata-rata laptop murah. Aspek rasio 16:10 juga memberikan ruang vertikal lebih banyak, yang sangat membantu saat membaca dokumen panjang atau coding ringan.

Namun, ada satu kompromi: Trackpad-nya. Ukurannya kecil. Sangat kecil. Meskipun mendukung gesture Windows Precision, jari saya sering “balapan” karena ruang geraknya sempit. Klik fisiknya pun terasa agak keras. Di lapangan, saya hampir selalu menyerah menggunakan trackpad-nya jika bekerja lebih dari 15 menit, dan beralih menggunakan mouse bluetooth atau langsung menyentuh layarnya.

Kecanggungan Menggunakan Windows 11 Sebagai Tablet Murni

Ini adalah realita pahit yang harus Anda telan: Windows 11 belum se-intuitif iPadOS atau Android untuk navigasi sentuh.

Saat saya melepas keyboard dan membawanya ke kasur untuk mode tablet murni, pengalaman penggunaannya terasa “canggung”.

  1. File Explorer: Mengetuk folder kecil atau menu konteks (right click) dengan jari sering meleset.
  2. Keyboard Virtual: Kadang muncul menutupi area yang ingin kita ketik, atau tidak muncul otomatis saat dibutuhkan.

Jadi, meskipun ini disebut “Tablet”, “jiwa” utamanya tetaplah sebuah Komputer Desktop yang dipaksa masuk ke bodi tablet. Jangan harap pengalaman swipe-swipe yang super mulus seperti di iPad.

Daya Tahan Baterai: Klaim vs Realita Sehari-hari

Di brosur, Lenovo mungkin mengklaim 10 jam lebih. Bagaimana realitanya?

Berdasarkan pengujian saya dengan kecerahan layar 60% dan koneksi Wi-Fi aktif terus-menerus (browsing, email, YouTube musik di background):

  • Pemakaian Ringan: Tembus sekitar 6 – 7,5 jam. Cukup untuk satu hari kerja normal di kafe tanpa colokan.
  • Pemakaian Intens (Zoom/Meet): Baterai akan terkuras drastis dalam 3 – 4 jam. Video conference memakan daya CPU dan Wi-Fi secara masif.
Baca Juga :  7 Cara Screenshot di Laptop Lenovo Semua Tipe Paling Lengkap dan Cepat

Perlu diingat, perangkat ini hanya memiliki port USB-C yang terbatas (biasanya 1 atau 2 port). Jika satu port dipakai charging, Anda kehabisan slot untuk flashdisk atau dongle. Ini masalah klasik perangkat tipis.

โšก Solusi Darurat Teknisi: Karena baterainya tidak sebesar laptop gaming atau ultrabook mahal, rasa cemas kehabisan baterai saat mobile itu nyata. Mengingat perangkat ini mendukung pengisian via USB-C (Power Delivery), saya selalu membawa Power Bank yang mumpuni. Ini penyelamat saat Anda kebagian meja kafe yang jauh dari stopkontak.

๐Ÿ›’ Power Bank Rekomendasi:Power Bank Fast Charging

Kesimpulan: Siapa yang Harus Membeli dan Siapa yang Harus Menghindar?

Setelah seminggu penuh menjadikan Lenovo IdeaPad Duet 3i sebagai daily driver, kesimpulan saya terbelah dua. Perangkat ini bisa menjadi pembelian terbaik Anda, atau penyesalan terbesar Anda, tergantung siapa Anda.

โœ… BELI INI JIKA:

  1. Anda Mahasiswa Non-Teknik: Jurusan Sastra, Hukum, Ekonomi, atau Psikologi yang tugas utamanya membaca jurnal (mode tablet enak buat baca) dan mengetik makalah.
  2. Anda Pekerja Mobile: Sales, agen asuransi, atau pebisnis yang butuh perangkat presentasi ringan dan bisa buka file .exe atau aplikasi Windows legacy yang tidak ada di iPad.
  3. Mencari Perangkat Kedua: Anda sudah punya PC/Laptop kuat di rumah, dan butuh sesuatu yang ringan sekadar untuk traveling.

โŒ HINDARI INI JIKA:

  1. Ini Satu-satunya Komputer Anda: Jika Anda belum punya laptop lain, belilah laptop clamshell biasa (seperti Lenovo IdeaPad Slim 3 atau Asus Vivobook) dengan harga setara. Performa dan kenyamanan mengetiknya jauh lebih baik untuk jangka panjang.
  2. Multitasker Berat: Jika browser Anda selalu punya 20+ tab terbuka, perangkat ini akan tersedak.
  3. Kreator Konten: Layar kecil dan prosesor hemat daya bukan untuk editing video 4K atau desain grafis kompleks.

Tips Pencegahan & Perawatan (Agar Awet 3-4 Tahun)

Sebagai teknisi, saya sering menerima servis perangkat 2-in-1 dengan kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah. Berikut tips khusus untuk pengguna Duet 3i:

  1. Rawat Konektor Pogo Pin: Konektor tembaga di bagian bawah tablet yang menyambung ke keyboard sering kotor. Bersihkan sebulan sekali dengan penghapus pensil karet lembut atau kain microfiber kering. Konektor kotor = Keyboard sering putus nyambung.
  2. Jangan Gulung Kabel Charger: Kebiasaan menggulung kabel adaptor dengan kencang akan memutus serat tembaga di dalamnya. Lipatlah dengan longgar.
  3. Perawatan Kain Folio: Cover belakang berbahan kain mudah menyerap keringat dan debu. Jika kotor, jangan dicuci air! Gunakan sikat gigi bekas yang lembut dan sedikit busa pembersih jok/sofa, lalu lap kering.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Q: Apakah Lenovo IdeaPad Duet 3i sudah termasuk Microsoft Office? A: Biasanya, Lenovo Indonesia menyertakan Office Home & Student (OHS) permanen dalam paket penjualannya. Namun, pastikan Anda menanyakan ini ke penjual sebelum membeli, karena kebijakan bisa berbeda tiap toko atau varian garansi distributor.

Q: Bisakah RAM atau Memori Internalnya ditambah (Upgrade)? A: Tidak bisa. RAM dan memori penyimpanan (eMMC/SSD) pada perangkat ini tertanam (soldered) di mainboard. Inilah mengapa saya sangat menyarankan Anda mempertimbangkan matang-matang varian kapasitas yang Anda beli di awal.

Q: Lebih baik mana dibanding iPad 9/10 untuk kuliah? A: Jika jurusan Anda mewajibkan aplikasi khusus Windows (SPSS, Accurate, Visio, atau software ujian kampus berbasis .exe), Duet 3i adalah satu-satunya pilihan. Tapi jika kebutuhan Anda hanya mengetik di Google Docs, Zoom, dan edit video ringan, iPad jauh lebih responsif dan awet baterainya. Pilih berdasarkan OS, bukan gaya.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *